Thursday, 10 January 2013

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DALAM PSIKOLOGI



PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DALAM PSIKOLOGI 

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
DALAM PSIKOLOGI

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” sering digunakan seseorang, kedua istilah itu digunakan secara silih berganti dengan maksud yang sama. Tetapi istilah tersebut mempunyai pengertian yang berbeda dan perbedaan itu masih jarang diperhatikan.
Menurut Drs. E. Usman Effendi dan Drs. Juhaya S. Praja mengatakan bahwa pertumbuhan diartikan suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensi daripada tubuh serta bagian-bagiannya. Sedangkan “perkembangan” dimaksudkan untuk menunjukkan perubahan-perubahan dalam bentuk/bagian tubuh dan integrasi perbagai bagianya kedalam suatu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu berlangsung.
Menurut Prof. Dr. F. J. Monks, prof. Dr. A. M. P. Knoers, dan Dr. Siti Rahayu Haditono menjelaskan bahwa pengertian perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu, yaitu suatu proses yang menuju kedepan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali seperti suatu pertunjukan sandiwara.
Berdasaarkan pendapat diatas maka dapat di ambil suatu pengertian bahwa pertumbuhan dan perkembangan mengandung pengertian adanya perubahan dan pertambahan yang terjadi dalam tubuh manusia, yaitu pertumbuhan dimaksudkan suatu perubahan-perubahan secara kuantitatif yang berhubungan dengan fisik, misalnya: perubahan kecil menjadi besar, perubahan pendek menjadi panjang atau tinggi. Sedangkan yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif yang berkaitan dengan fungsi-fungsi psikis (kejiwaan) dan fisik (organ tubuh). Fugsi-fungsi fisik dan psikis ini mengadakan perubahan yang sifatnya sederhana menjadi lebih sempurna.
Perkembangan fungsi ini dapat dibedakan menjadi beberapa bagian:
1. Perkembangan Fungsi Struktual
Di dalam organisme manusia yang sangat kompleks kiranya sulit diadakan pembedaan antara aspek dan manifestasinya sebagaimana kita ketahui adanya saling berhubungan dan saling bergantungan, yaitu mengenai gejala pertumbuhan fisik kita mengetahui adanya aspek perubahan yaitu pertumbuahn dan kematanngan. Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif pada tubuh karena bertambahnya umur. Sedangkan kematangan adalah sempurnanya pertumbuhan dan perkembangan didalam organisme atau juga disebut waktu matang.
Pertumbuhan dan kematangan merupakan dua aspek perkembangan fisik yang berlainan, namun antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Itulah sebabnya pertumbuhan juga mempunyai aspek kualintatif.
2. Perkembangan Fungsional
Berfungsinya sesuatu orang dimulai pada waktu strukturnya cukup unutuk berkembang dan berfungsi, perkembangan fungsional terjadi lewat proses belajar, misalnya perkembangan intelegensinya, ketrampilanya berbicara, dan mengadakan komunikasi dengan lingkunganya, proses belajar merupakan perubahan berkat adanya pengalaman yang diperoleh seseorang, yaitu sebagai hasil interaksinya dengan dunia sekitarnya.
3. Perkembangan Kepribadian
Teori psikonalia mengenai perkembangan kpribadian berlandasakan dua premis. Pertama, premis bahwa kepribadian individu dibentuk oleh berbagai jenis pengalaman masa kanak-kanak awal. Kedua, energi libido ada sejak awal, dan kemudian berkembang melalui serangkaian tahapan psikoseksual yang bersumber pada proses-proses naluriyah organisme.

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia
Perkembangan manusia itu pada umumnya dipengaruhi oleh faktor pembawaan atau hereditas dan faktor lingkungan atau alam sekitar tempat manusia itu berada.
1. Faktor Pembawaan (Hereditas)
Yang dimaksud dengan faktor pembawaan (hereditas) ialah sifat-sifat kecenderungan yang dimiliki oleh setiap manusia sejak masih dalam kandungan sampai lahir.
2. Faktor Lingkungan.
Faktor lingkungan disebut juga faktor eksteren yaitu faktor yang berasal dari luar diri manusia, faktor ini dapat berupa pengalaman-pengalaman, pendidikan, alam sekitar dan sebagainya. Semuanya akan memberi pengaruh terhadap manusia dalam perkembanganya.
Dalam perkembangan manusia yang dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebet diatas, menimbulkan bermacam-macam teori perkembangan, ialah :
a. Teori Nativisme
Teori ini berpendapat bahwa perkembangan manusia itu ditentukan semata-mata oleh faktor pembawaan yang telah dibawa sejak lahir. Selanjutnya dijelaskan bahwa sewaktu manusia itu dilahirkan telah dibekali potensi-potensi tertentu yang akan menentukan perkembangannya. Sedangkan faktor lingkungan termasuk didalamnya pendidikan tidak mempunyai pengaruh terhadap perkembangan manusia itu. Teori ini dikemukakan oleh Schopenhauer.
b. Teori Empirisme
Teori ini berpendapat bahwa perkembangan manusia akan ditentikan oleh lingkungan termasuk pendidikan selama perkembangannya. Teori ini bertentangan dengan teori nativisme sebagai mana tersebut diatas. Selanjutnya teori ini menyatakan bahwa manusia yang dilahirkan itu merupakan kertas putih yang belum ditulis apapun. Jadi masih benar-benar bersih tanpa tulisan. Kemudian akan menjadi apakah kertas semacam itu? Hal ini tergantung kepada peranan lingkungan dan pendidikan yang diperoleh manusia(individu) selanjutnya. Teori empiris ini dipelopori oleh John Locke.
c. Teori konvergensi
Teori konvergensi ini merupakan gabungan antara teori nativisme dengan teori empirisme. Teori ini dikemukakan oleh William Stern. Menurut pendapatnya bahwa faktor-faktor diatas baik pembawaan maupun lingkungan yang termasuk didalamnya pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan manusia. Jadi perkembangan manusia itu ditentukan oleh faktor pembawaan dan faktor lingkungan(pendidikan). Sedangkan bakat atau dasar sebagai kemungkinan yang telah ada pada masing-masing individu(manusia) perlu membutuhkan lingkungan yang sesuai agar hal itu dapat berkembang sebaik-baiknya.

C. Tahap-Tahap Perkembangan Manusia
Tahap-tahap perkembangan manusia yang dimaksud ialah pembagian seluruh masa perkembangan seseorang kedalam fase-fase atau periode-periode tertentu selama dalam kehidupannya. Pada garis besarnya tahap-tahap perkembangan manusia itu dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Tahap Perkembangan Berdasarkan Biologik
Sebagian para ahli mengadakan tahap perkembangan manusia itu berdasarkan gejala-gejala yang tampak pada perubahan fisik atau berdasarkan proses biologik tertentu. Salah satu tokoh yang berpendapat demikian itu adalah Aristoteles. Beliau menggambarkan pembagian tahap perkembangan anak sejak lahir sampai dewasa itu dalam tiga periode yang lamanya masing-masing tujuh tahun :
Fase I : dari 0;0 sampai 7;0 masa anak kecil, masa bermain.
Fase II : dari 7;0 sampai 14;0 masa anak belajar atau masa anak sekolah rendah.
Fase III : dari 14;0 sampai 21;0 masa remaja atau pubertas dari masa anak menjadi dewasa.
Periodesasi ini didasarkan atau gejala dalam perkembangan jasmaniah. Hal ini mudah ditunjukkan; antara fase I dan fase II dibatasi oleh pergantian gigi, antara fase II dan fase III ditandai oleh mulai bekerjanya perlengkapan kelamin(misalnya kelenjar).
2. Tahap Perkembangan Berdasarkan Dedaktif
Dasar yang digunakan para ahli untuk menentukan pembagian tahap perkembangan manusia ini ialah tingkat-tingkat perkembangan anak dan cara bagaimana mendidiknya dengan cara-cara tertentu. Kedua tahap tersebut diatas dilaksanakan secara bersama-sama. Salah satu tokoh yang mengadakan pembagian ini, ialah Jean Jacques Rousseau. Beliau berpendapat bahwa perkembangan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan tahap-tahap yang lain.
Adapun tahap-tahap perkembangan itu adalah sebagai berikut:
Tahap I : Dari umur 0;0 sampai 2;0 tahun. Tahap ini disebut tahap asuhan.
Tahap II : Dari umur 2;0 sampai 12;0 tahun. Tahap ini dinamakan tahap pendidikan jasmani dan latihan-latihan pancaindera.
Tahap III : Dari umur 12;0 sampai 15;0 tahun. Tahap ini disebut tahap pendidikan akal pikiran.
Tahap IV : Dari umur 15;0 sampai 20;0 tahun. Tahap ini disebut tahap pembentukan watak (karakter) dan pendidikan agama.
3. Tahap Perkembangan Berdasarkan Psikologik.
Para ahli yang mengiti pendapat ini menyatakan bahwa tahap perkembangan manusia itu mendasarkan diri kepada perkembangan keadaan psikologi pada suatu masa tertentu. Golongan yang menjadi pelopor dalam tahap perkembangan ini adalah oswald kroh. Kroh ini berpendapat bahwa pengalaman-pengalaman psikologi umumnya ditentukan oleh kegoncangan yang menandai tahap yang satu ketahap yang lain. Dengan demikian Kroh membagi tahap-tahap perkembangan ini sebagai berikut:
Tahap I : mulai umur 0;0 sampai 3;0 tahun yang biasanya disebut juga masa kanak-kanak awal.
Tahap II : mulai umur 3;0 sampai 13;0 tahun yang disebut juga masa keserasian sekolah.
Tahap III : mulai umur 13;0 sampai akhir masa remaja yang biasanya disebut masa kematangan. Untuk menentukan umur berapa berakhirnya masa remaja itu, tidak dapat ditentukan dengan pasti tetapi pada umumnya sebagai perkiraan pada umur 21;00 tahun.
Demikianlah tahap-tahap perkembangan manusia berdasarkan pendapat para ahli psikologi.

No comments:

Post a Comment